Breaking
Ingin upgrade skill tanpa ribet? Temukan kelas seru dan materi lengkap hanya di YukBelajar.com. Mulai langkah suksesmu hari ini! • Mau lulus? Latih dirimu dengan ribuan soal akurat di tryout.id
Kesehatan

Memahami Metode Persalinan yang Tepat Bagi Si Ibu di Tengah Pandemi Corona

Author
calendar_today Nov 30, 2020 schedule 23:46
Share:
Memahami Metode Persalinan yang Tepat Bagi Si Ibu di Tengah Pandemi Corona

Aghil – Melahirkan pada masa pandemi Covid-19 tentu menjadi persoalan yang mendebarkan. Hal ini karena terdapat risiko penularan saat persalinan terjadi. Oleh karena itu, penting untuk memilih metode persalinan yang tepat guna mencegah ibu dan bayi tertular dari virus Covid-19 ini.

Melansir dari CNN Indonesia, Dokter spesialis kebidanan dan kandungan Merwin Tjahjadi menjelaskan terdapat dua metode persalinan yang dapat dilakukan, yakni persalinan normal atau per vaginam dan juga persalinan melalui operasi caesar atau sectio caesaria.

Ibu hamil dapat melahirkan dengan menggunakan kedua cara tersebut. Pilihannya tergantung dari kondisi dan keputusan dokter yang menangani persalinan tersebut.

"Panduan WHO, pasien positif Covid-19 masih memungkin lahir normal dengan beberapa pertimbangan yakni gejala klinis ibu, risiko penularan, dan kemampuan menerapkan protokol kesehatan," kata Merwin dalam webinar Rumah Sakit Pondok Indah, beberapa waktu lalu.

Adapun untuk proses persalinan melalui Caesar, hal ini hanya dapat dilakukan jika terdapat indikasi masalah pada kesehatan ibu dan bayi. Misalnya sang ibu mengalami masalah panggul sempit, tumor di jalan lahir, stenosis serviks, penyakit penyerta seperti eklampsia, jantung, paru, metabolik, dan lainnya.

Sedangkan indikasi pada bayi di antaranya kelainan posisi seperti sungsang dan lintang, gawat janin, plasenta previa, gangguan pertumbuhan janin, dan gangguan sirkulasi uteroplasenta.

Untuk menghindari penularan Covid-19, persalinan baik secara normal dan caesar perlu menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Hal ini sesuai dengan panduan WHO dan Kemenkes.

Merwin menyarankan agar ibu hamil dapat melakukan tes PCR/Swab pada minggu ke-39 dan segera membawa ke rumah sakit dengan protokol kesahatan yang ketat ketika muncul tanda-tanda kelahiran seperti mulas kuat, disertai lendir darah atau air ketuban.

"Sebaiknya ibu hamil melakukan tes PCR di minggu ke-39 agar di rumah sakit bisa langsung melakukan prosedur saat ada tanda kehamilan. Pilih juga rumah sakit yang sudah memiliki protokol kesehatan yang ketat," kata Merwin.

Prokol kesehatan di rumah sakit meliputi pemeriksaan swab pada ibu melahirkan, memisahkan ruang bersalin untuk ibu hamil yang sehat dan bergejala infeksi, menutup akses kunjungan terhadap pasien, penunggu atau keluarga diwajibkan melakukan screening Covid-19, menyediakan kamar operasi dan bersalin bertekanan negatif untuk memastikan keamanan pasien.

Related Articles