Breaking
Ingin upgrade skill tanpa ribet? Temukan kelas seru dan materi lengkap hanya di YukBelajar.com. Mulai langkah suksesmu hari ini! • Mau lulus? Latih dirimu dengan ribuan soal akurat di tryout.id
Nasional

Cek Faktanya Tanaman Hias Sri Rejeki Beracun atau Tidak

Author
calendar_today Agu 10, 2020 schedule 15:34
Share:
Cek Faktanya Tanaman Hias Sri Rejeki Beracun atau Tidak

Beberapa waktu lalu di media sosial terdapat postingan di mana tertera sebuah foto seorang bocah mengenakan pakaian berwarna merah dan tidak sadarkan diri. Disebutkan bahwa anak tersebut tidak sadarkan diri akibat telah menggigit tanaman hias. Ada empat akun Facebook yang menggunggah foto bocah tersebut dengan keterangan yang sama. Apakah benar adanya bila tanman hias tersebut dapat menyebabkan seorang anak kecil tidak sadarkan diri? Tanaman tersebut diketahui disebut dengan nama Dieffenbachia dan di Indoensia sendiri dikenal dengan sebutan daun bahagia atau sri rejeki. Tanaman hias ini merupakan tanaman populer yang biasanya ditanam di pekarangan. 

Getah daun serta batang dari tanaman hias ini mengandung kalsium oksalat yang berbentuk jarum yang di dalamnya terdapat sel-sel yang bisa menyebabkan gatal-gatal atau kejang pada bibir serta lidah. Menurut seorang peneliti bidang Botani dari Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yakni Ina Erlinawati. bahwa disebutkan bila tanaman hias tersebut termasuk pada suku Araceae atau talas-talasan. Dan tanaman tersebut dapat menyebabkan gatal bila bagian tubuh manusia terkena getahnya namun akan hilang dalam beberapa waktu. Lebih lanjut lagi bahwa hingga saat ini belum ada laporan medis serta bukti bahwa tanaman tersebut dapat menyebabkan kematian.

Pencegahan ketika melakukan perawatan terhadap tanaman hias ini dapat dilakukan dengan mengggunakan sarung tangan untuk menghindari getah. Dan selain itu juga tempatkan tanaman hias ini jauh dari jangkauan anak-anak. Bisa disimpulkan bila tanaman hias yang dikenal sebagai sri rejeki ini memang bisa menimbulkan gatal akan tetapi bisa hilang dalam beberapa waktu. Namun belum ada laporan medis bila daun ini dapat menyebabkan kematian.

Related Articles