Tryout.id
Tradisi Unik Pemakaman Mepasah di Desa Trunyan

Tradisi Unik Pemakaman Mepasah di Desa Trunyan

16 Jun 2020
1015x

Bila berkunjung ke Pulau Bali, sangat sayang bila melewatkan mengunjungi Desa Trunyan. Desa Trunyan ini merupakan salah satu desa tertua di Pulau Bali yang memiliki tradisi unik, yaitu cara pemakaman mayat yang berbeda dari kebiasaan. Di desa Trunyan Bali ini mayat tidak dibakar melalui upacara ngaben dan tidak juga dikubur seperti layaknya di berbagai tempat. Mayat ini hanya dibiarkan saja di alam terbuka yang disebut dengan mepasah. Walaupun terkenal dengan cara pemakamannya yang unik, masyrakat yang ada di desa Trunyan ini terkadang melakukan prosesi penguburan mayat. Dan lokasi tersebut yaitu Sema Wayah, Sema Bantas dan Sema Nguda.

Di Sema Wayah, mayat dimakamkan secara mepasah dan sementara itu di Sema Bantas dipakai untuk jenis pemakaman khusus untuk mayat yang dikubur. Sedangkan Sema Nguda adalah lokasi pemakaman yang bisa digunakan untuk mayat mepasah maupun mayat yang dikubur. Bagaimana kriteria mayat yang dikubur? Yaitu mereka yang meninggal akibat  terserang penyakit dan yang meninggal karena kecelakaan, meninggal secara tidak wajar, anak kecil yang gginya belum tanggal, dibunuh maupun orang yang meninggal karena bunuh diri.

Sementara untuk mayat mepasah yaitu masyarakat desa Trunyan yang meninggal setelah berumahtangga. Begitu juga dengan anak kecil yang telah tanggal giginya dan para bujangan masuk ke dalam kategori mayat mepasah. Namun meski mayat mepasah ditelantarkan begitu saja ternyata tidak berbau busuk justru sebaliknya berbau wangi. Ini karena keberadaan pohon taru menyan yang berfungsi menghilangkan bau bangkai dari mayat mepasah.

Terkait dengan pohon taru mmenyan yang berada di desa Trunyan ini terdapat cerita legenda. Menurut legenda tersebut bahwa pada zaman dahulu wangi dari pohon taru menyan ini dapat menghipnotis empat saudara yang berasal dari Keraton Surakarta yang ketika itu sedang melakukan perjalanan melintasi lautan. Kemudian empat orang tersebut tiba di desa Trunyan dan salah seorangnya jatuh cinta kepada dewi penunggu pohon taru menyan. Keduanya pun menikah dan mendirikan sebuah kerajaan kecil dan memiliki pangeran sulung yang kemudian menjadi raja kecil dengan gelar Ratu Sakti Pancering Jagat.

Pada masa kepemimpinannya tersebut dia merasa bila bau harum dari pohon taru menyan akan membahayakan desa Trunyan. Dan akhirnya memerintahkan agar mayat orang yang meninggal tidak lagi dikubur namun dibiarkan saja di dekat pohon taru menyan. Alhasil bau wangi taru menyan itu tidak lagi menyebar dan di waktu yang bersamaa mayat yang diletakkan di atas tanah tidak membusuk.

 

Baca Juga:
JOKOWI DI BAWAH LIMA TEKANAN BERAT

JOKOWI DI BAWAH LIMA TEKANAN BERAT

Politik      

18 Jan 2022 | 79


Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini berada pada posisi yang sangat rentan. Beliau sedang menghadapi lima (5) tekanan berat. Sekaligus. Kelima tekanan serius ini akan mempengaruhi ...

Menteri Susi ikut Lenggang Lenggok di Acara Jakarta Fashion Week 2019

Menteri Susi ikut Lenggang Lenggok di Acara Jakarta Fashion Week 2019

Fashion      

24 Okt 2018 | 1232


Masihkeren.com - Acara Fashion Show yang digelar oleh Anna Avantie di Jakarta Fashion Week 2019 yang digelar tadi malam, Selasa (23/10) dihebohkan oleh kehadiran Menteri Kelautan dan ...

6 Penyakit yang Rentan Menyerang Perempuan

6 Penyakit yang Rentan Menyerang Perempuan

Kesehatan      

30 Apr 2020 | 621


Merawat kesehatan adalah hal yang amat utama untuk dicermati oleh seluruh orang, terutama kalangan hawa. Walaupun dalam suatu penelitian jurnal kesehatan Amerika mengatakan kalau wanita ...

Buah Jambu Biji untuk Berbagai Macam Penyakit

Buah Jambu Biji untuk Berbagai Macam Penyakit

Herbal      

11 Sep 2019 | 1071


Buah jambu merupakan jenis buah tropis yang banyak ditemukan di Indonesia. Dan buah jambu ini terdiri dari beberapa jenis, salah satu yang paling banyak peminatnya adalah jambu biji merah. ...

sinergi foundation

Sinergi Foundation Berdayakan Ratusan Ribu Dhuafa di 2021, Targetkan Lebih Banyak Tahun Ini

Nasional      

24 Jan 2022 | 159


Pada 2021 lalu, Sinergi Foundation sukses menyalurkan amanah donatur untuk membantu memberdayakan 119.353 dhuafa. Bantuan tersebut berupa pendidikan dan kesehatan gratis, pemberdayaan ...

Cara Membedakan Converse Original dan Palsu

Cara Membedakan Converse Original dan Palsu

Gaya Hidup      

24 Jul 2021 | 1051


Sudah sejak lama sepatu sneakers menjadi andalan setiap anak muda yang ingin tampil bergaya dan trendi. Sneakers sangat cocok untuk semua aktivitasmu dan salah satu brand sepatu sneakers ...

Copyright © MasihKeren.com 2018 - All rights reserved