rajabacklink
Tradisi Unik Pemakaman Mepasah di Desa Trunyan

Tradisi Unik Pemakaman Mepasah di Desa Trunyan

16 Jun 2020
64x

Bila berkunjung ke Pulau Bali, sangat sayang bila melewatkan mengunjungi Desa Trunyan. Desa Trunyan ini merupakan salah satu desa tertua di Pulau Bali yang memiliki tradisi unik, yaitu cara pemakaman mayat yang berbeda dari kebiasaan. Di desa Trunyan Bali ini mayat tidak dibakar melalui upacara ngaben dan tidak juga dikubur seperti layaknya di berbagai tempat. Mayat ini hanya dibiarkan saja di alam terbuka yang disebut dengan mepasah. Walaupun terkenal dengan cara pemakamannya yang unik, masyrakat yang ada di desa Trunyan ini terkadang melakukan prosesi penguburan mayat. Dan lokasi tersebut yaitu Sema Wayah, Sema Bantas dan Sema Nguda.

Di Sema Wayah, mayat dimakamkan secara mepasah dan sementara itu di Sema Bantas dipakai untuk jenis pemakaman khusus untuk mayat yang dikubur. Sedangkan Sema Nguda adalah lokasi pemakaman yang bisa digunakan untuk mayat mepasah maupun mayat yang dikubur. Bagaimana kriteria mayat yang dikubur? Yaitu mereka yang meninggal akibat  terserang penyakit dan yang meninggal karena kecelakaan, meninggal secara tidak wajar, anak kecil yang gginya belum tanggal, dibunuh maupun orang yang meninggal karena bunuh diri.

Sementara untuk mayat mepasah yaitu masyarakat desa Trunyan yang meninggal setelah berumahtangga. Begitu juga dengan anak kecil yang telah tanggal giginya dan para bujangan masuk ke dalam kategori mayat mepasah. Namun meski mayat mepasah ditelantarkan begitu saja ternyata tidak berbau busuk justru sebaliknya berbau wangi. Ini karena keberadaan pohon taru menyan yang berfungsi menghilangkan bau bangkai dari mayat mepasah.

Terkait dengan pohon taru mmenyan yang berada di desa Trunyan ini terdapat cerita legenda. Menurut legenda tersebut bahwa pada zaman dahulu wangi dari pohon taru menyan ini dapat menghipnotis empat saudara yang berasal dari Keraton Surakarta yang ketika itu sedang melakukan perjalanan melintasi lautan. Kemudian empat orang tersebut tiba di desa Trunyan dan salah seorangnya jatuh cinta kepada dewi penunggu pohon taru menyan. Keduanya pun menikah dan mendirikan sebuah kerajaan kecil dan memiliki pangeran sulung yang kemudian menjadi raja kecil dengan gelar Ratu Sakti Pancering Jagat.

Pada masa kepemimpinannya tersebut dia merasa bila bau harum dari pohon taru menyan akan membahayakan desa Trunyan. Dan akhirnya memerintahkan agar mayat orang yang meninggal tidak lagi dikubur namun dibiarkan saja di dekat pohon taru menyan. Alhasil bau wangi taru menyan itu tidak lagi menyebar dan di waktu yang bersamaa mayat yang diletakkan di atas tanah tidak membusuk.

 

Baca Juga:
Resep Aneka Puding buat Cemilan Sehat

Resep Aneka Puding buat Cemilan Sehat

Kuliner      

17 Maret 2020 | 166


Cemilan tak selamanya identik dengan kudapan tinggi kalori yang kurang bagus untuk tubuh. Sesungguhnya banyak sekali macam cemilan sehat yang dapat anda nikmati. Disamping aneka macam ...

Buah-buahan ini Bantu Usir Rasa Kantuk yang Menyerang saat Kerja

Buah-buahan ini Bantu Usir Rasa Kantuk yang Menyerang saat Kerja

Kesehatan      

26 Nov 2018 | 649


MasihKeren.com - Rasa ngantuk saat bekerja memang sangat mengganggu, fokus kerja jadi hilang, semangat mulai pudar dan banyak pekerjaan jadi tertunda. Minuman penghilang rasa kantuk seperti ...

Ketahuilah 4 Tanda Usus Tidak Sehat dan Cara Mengatasinya

Ketahuilah 4 Tanda Usus Tidak Sehat dan Cara Mengatasinya

Kesehatan      

24 Maret 2020 | 155


Kesehatan usus merupakan hal yang penting anda perhatikan. Mikrobioma usus pun bisa memengaruhi kesehatan emosi, kesehatan jantung, otak dan lain sebagainya. Tetapi bagaimana anda tahu ...

Permainan Sepakbola Online

Permainan Sepakbola Online

Gaya Hidup      

6 Mei 2019 | 546


Apakah anda penggemar olahraga sepakbola? Tim mana yang anda sukai? Apakah Manchester United, Juventus, Barcelona, Real Madrid, Bayern Munchen atau AC Milan? Tentu sangat menyenangkan bukan ...

7 Kiat Mempertahankan Kulit Tetap Menawan Sepanjang Puasa

7 Kiat Mempertahankan Kulit Tetap Menawan Sepanjang Puasa

Gaya Hidup      

24 Apr 2020 | 95


Untuk Anda yang menjalani ibadah puasa, pastinya telah mengerti benar bila konsumsi air kurang untuk badan, pasti akan berimbas untuk badan, terutama kulit. Untuk itu, diperlukan ...

5 Model Kacamata Ini Sesuai buat Wajah Bulat

5 Model Kacamata Ini Sesuai buat Wajah Bulat

Fashion      

18 Maret 2020 | 86


Anda bimbang memilih model kacamata yang tepat buat wajah bulatmu? Disamping sebagai keperluan untuk pemilik mata minus, kacamata pun dipakai selaku aksesori buat membantu ...

Copyright © MasihKeren.com 2018 - All rights reserved