Tryout.id
5 Fakta Penting Tentang Penyakit Jantung Koroner yang Tidak Boleh Diabaikan

5 Fakta Penting Tentang Penyakit Jantung Koroner yang Tidak Boleh Diabaikan

2 Feb 2020
782x

Penyakit jantung ada di peringkat kedua sebagai penyakit penyebab kematian paling banyak sesudah stroke. Penyakit tidak menular tetapi mematikan ini merugikan negara secara ekonomi lantaran menguras dana BPJS Kesehatan sebanyak 4,4 triliun rupiah pada 2014, lantas naik sampai 7,4 triliun rupiah pada 2016 dan mencapai angka 9,3 triliun rupiah pada 2018. Kenapa dapat bertambah berkali lipat begini ya?

Ini terjadi bersamaan dengan masifnya sedentary lifestyle atau tren gaya hidup kurang gerak dan pola makan yang tidak sehat pada masyarakat. Berikut 5 fakta penting mengenai penyakit jantung koroner yang walaupun mematikan tetapi masih sering diabaikan.

1. Penyakit Jantung Koroner timbul lantaran plak yang membatasi arteri

Penyakit jantung koroner timbul lantaran adanya penimbunan lemak berbentuk plak di pembuluh darah akibatnya aliran darah pada tubuh jadi terhambat. Timbunan plak yang dalam sebutan kedokteran disebut aterosklerosis ini timbul bersamaan meningkatnya umur lantaran pola makan yang tidak terpelihara dan gaya hidup yang tidak sehat pula.

2. Menyerang siapa saja, terlebih lagi di umur muda

Barangkali kita terbiasa mendengar berita kalau pengidap jantung koroner yakni mereka yang ada di rentang umur 50-60 tahun. Tetapi, tren sedentary lifestyle yang membuat orang-orang jadi sedikit gerak menggeser rentang umur penderita jantung koroner. Kini, umur 30-40 tahun pun telah mulai terdapat berbagai keluhan penyakit jantung koroner.

Walaupun masih muda, perlu untuk selalu menambah kesadaran dengan melaksanakan check up kedokteran berkala menjamin kalau belum ada gejala tubuh menderita penyakit jantung koroner. Lantaran sebagai si pembunuh diam-diam, penyakit ini timbul tanpa gejala. Seringnya penderita dinyatakan mengidap penyakit jantung pun bukan dari gejala tetapi dari pemeriksaan kesehatan.

3. Dipicu oleh lifestyle tidak sehat

Suka mengonsumsi junkfood dan gorengan, jarang melakukan olahraga, merokok juga? Semua tradisi tidak sehat ini merupakan aspek resiko yang membuat Anda dapat terkena penyakit jantung koroner, terlebih lagi di umur muda. Telah waktunya memperbaiki gaya hidup kembali sehat, Anda dapat mengawalinya dengan berolahraga apa saja secara rutin sesuai kesanggupan, makan buah-buahan dan penuhi konsumsi vitamin.

4. Sekali terkena, seumur hidup mesti minum obat

Bila telah definitif terserang penyakit jantung koroner, ada jenis jenis obat yang mesti terus dimakan untuk mencegah timbulnya gejala baru. Mengkonsumsi obat ini dijalani seumur hidup. Penderita dengan putusan penyakit jantung koroner umumnya telah pada fase merah (fase clinical endpoints) sampai-sampai yang dapat dikerjakan hanyalah mengontrolnya supaya keadaan tubuh tidak kian memburuk.

Tidak hanya mengkonsumsi obat, cara lain mengendalikan penyakit jantung koroner yakni dengan tetap mempertahankan pola hidup sehat mulai dari mempertahankan makanan yang dimakan dan berolahraga rutin. Boleh jogging saja sebanyak 3 kali 1 minggu selama 30 menit tiap harinya, jadi tidak usah berolahraga yang berat-berat.

5. Kenali aspek resiko dan Lakukan pengecekan Kesehatan

Ada beberapa aspek resiko penyakit jantung koroner. Pertama, dipengaruhi oleh orang tua yang mengidap penyakit jantung dini. Umumnya ayah yang mengidap penyakit jantung di umur kurang dari 55 tahun atau ibu di umur kurang dari 65, akan menambah aspek resiko anak untuk pula terkena penyakit jantung koroner.

Kedua, mempunyai kandungan kolesterol tinggi dengan kandungan lemak jahat atau LDL lebih dari 160 miligram/dl. Ketiga, penderita dengan sindrom metabolik seperti hipertensi, kolesterol tinggi, kegemukan, dan kandungan gula mulai naik. Keempat, aspek resiko dari penyakit lain yang dialami misal pada penderita dengan lupus, reumatik, dan penyakit autoimun yang lain.

Perlu untuk mengetahui aspek resiko penyebab jantung koroner supaya mampu diadakan pengendalian dan deteksi dini penyakitnya. Jadi, untuk semua orang dengan aspek resiko itu dianjurkan supaya selalu check up kesehatan untuk mengetahui penyakit jantung koroner ini.

Berita Terkait
Baca Juga:
Ini Kata Bang Sandi Terkait Pembakaran Bendera oleh Oknum Banser

Ini Kata Bang Sandi Terkait Pembakaran Bendera oleh Oknum Banser

Politik      

23 Okt 2018 | 8795


Masihkeren.com - Video pembakaran bendera bertuliskan kalimat Tauhid oleh beberapa anggota Banser di Garut menjadi viral di masyarakat dan warga net. Banyak yang mengutuk aksi pembakaran ...

Tampil Menarik dengan Style HIjab Casual

Tampil Menarik dengan Style HIjab Casual

Fashion      

22 Apr 2020 | 704


Pernah gak sih kalian merasa kesulitan untuk memilih hijab yang sesuai? Nah, bila jawabannya iya maka sebaiknya simak yuk beberapa tips berikut ini. karena memang pada faktanya bahwa ...

Yuk Sambut Ramadan dengan Mengenali 6 Jenis Kurma dari Medjool sampai Ajwa

Yuk Sambut Ramadan dengan Mengenali 6 Jenis Kurma dari Medjool sampai Ajwa

Kuliner      

20 Apr 2020 | 417


Kurma salah satu sajian favorite di bulan Ramadan. Buah berwujud oval, yang memiliki warna coklat, dan tekstur daging yang legit ini menyajikan rasa manis yang tepat ketika buka ...

4  Tempat Wisata di Cianjur yang Dapat Menyegarkan Hati

4 Tempat Wisata di Cianjur yang Dapat Menyegarkan Hati

Pariwisata      

16 Maret 2020 | 673


Cianjur adalah salah satu daerah kabupaten yang ada di Jawa Barat dengan panorama kota yang indah. Pemandangan alam Cianjur menyimpan daya tariknya sendiri yang mampu menjadikan anda merasa ...

Buah Jambu Biji untuk Berbagai Macam Penyakit

Buah Jambu Biji untuk Berbagai Macam Penyakit

Herbal      

11 Sep 2019 | 1071


Buah jambu merupakan jenis buah tropis yang banyak ditemukan di Indonesia. Dan buah jambu ini terdiri dari beberapa jenis, salah satu yang paling banyak peminatnya adalah jambu biji merah. ...

Penerapan Teknologi Metaverse Learning Dalam Dunia Pendidikan

Penerapan Teknologi Metaverse Learning Dalam Dunia Pendidikan

Tips      

29 Maret 2022 | 172


Pandemi COVID-19, telah membawa dampak yang besar pada metode belajar di dunia pendidikan. Diperkirakan lebih dari 1,6 miliar siswa dari 192 negara di seluruh dunia, mengalami disrupsi pada ...

Copyright © MasihKeren.com 2018 - All rights reserved