4 Cara Pantau Pemakaian Internet Anak Tanpa Timbulkan Konflik, Orangtua Wajib Tahu!
Internet mempunyai kontribusi besar dalam kebiasaan sehari-hari kita. Tidak cuma orang dewasa yang kini memakai internet. Anak-anakpun banyak yang telah pandai surfing di jagat maya. Tetapi, untuk anda yang mempunyai anak berumur di atas 10 tahun dan aktif memakai internet tentu sering timbul perasaan cemas dan jadi selalu ingin tahu apa yang mereka akses.
Biasanya anak menjadi jengkel saat tahu kalau orangtua memonitor kegiatan online mereka. Meski penyebabnya ialah untuk keamanan, acapkali masalah itu tidak bisa diterima anak dan menjadi konflik antar orang tua dan anak. Kemudian apa yang mesti anda lakukan?
1. Ajari anak seluk beluk dunia maya
Kunci dari melindungi anak untuk tetap aman ketika memakai internet ialah mereka sadar dengan potensi risiko yang barangkali berlangsung. Diskusikan dengan anak apa saja yang akan ia hadapi di dunia maya, masalah positif apa yang ia miliki dari internet, dan apa saja risiko yang barangkali timbul. Ajak anak untuk tahu apa saja yang mesti ia lakukan saat risiko itu timbul, kepada siapa ia dapat menerangkan masalah yang meresahkan. Pastikan anda bisa menjadi sahabat diskusi saat anak menghadapi permasalahan, menanggapi dengan tenang dan kasih masukan yang konstruktif, bukan panik dan memarahi anak saat mereka menghadapi permasalahan.
2. Tetapkan peraturan dan batasan
Orangtua bisa menetapkan peraturan dan batasan dalam pemakaian internet. Umpamanya, kapan anak boleh memakai sosial media, apa saja yang boleh anak posting di internet, dalam keadaan apa pemakaian sosial media mesti dihentikan.
3. Ajari anak bagaimana bijak bersosial media
Orang tua acapkali merasa cemas saat anak mereka memakai sosial media. Ajari anak aturan emas dalam bermedia sosial, kalau anak mesti memperlakukan orang lain dengan empati dan respek. Jangan posting ataupun komentar suatu yang melukai perasaan orang lain. Pikirkan kembali apa yang ingin mereka posting di sosial media. Kebalikannya, ajari anak untuk bersikap asertif kepada teman yang men-tag diri mereka di sosial media ataupun memberikan komentar yang tidak bagus yang membuat anak tidak nyaman.
4. Jadilah contoh untuk anak
Orangtua bisa menjadi role model untuk anak bagaimana bijak memakai internet. Orangtua pun butuh update dengan kemajuan internet, permainan terkini, media sosial teranyar, bagaimana interaksi yang berlangsung sehingga orangtua mengerti benar risiko apa yang bisa jadi timbul. Internet adalah tempat yang nyaman untuk anak berhubungan dengan teman-temannya. Tetap aman ketika anak online dapat jadi tantangan khusus, walaupun masalah ini tidak mustahil dilaksanakan.
Dari seluruh masalah itu, yang sangat utama ialah usahakan untuk tetap berdiskusi dengan anak tentang pemakaian internet. Ingat, jauhi konflik dengan cara komunikasi yang bagus!
